Setiap minggu saya menerima setidaknya 2-3 chat dari orang yang kecewa dengan developer website mereka sebelumnya. Ceritanya selalu mirip: bayar mahal, hasilnya mengecewakan, developer menghilang, atau website-nya lambat dan tidak mobile-friendly.

Sebagai pemilik Wardigi yang sudah menangani 50+ project website dan aplikasi, saya ingin berbagi panduan jujur tentang cara memilih jasa pembuatan website yang benar — supaya Anda tidak jadi salah satu korban berikutnya.

Red Flag yang Harus Diwaspadai

1. Harga Terlalu Murah

Kalau ada yang nawarin pembuatan website custom hanya Rp 500rb, lari. Website berkualitas butuh waktu, skill, dan resource. Harga terlalu murah biasanya berarti: menggunakan template gratisan tanpa customisasi, tidak ada support setelah selesai, hosting murahan yang lambat, atau developer masih belajar dan menjadikan project Anda sebagai latihan.

2. Tidak Ada Portfolio

Developer profesional pasti punya portfolio. Kalau tidak bisa menunjukkan hasil kerja sebelumnya, itu tandanya belum berpengalaman atau hasilnya tidak layak ditunjukkan.

3. Tidak Membahas SEO

Website tanpa SEO sama dengan toko tanpa alamat. Developer yang baik akan membahas struktur SEO dari awal — meta tags, kecepatan loading, mobile responsiveness, dan struktur URL yang bersih.

4. Tidak Ada Kontrak atau Timeline

Project tanpa kontrak tertulis = project yang bermasalah. Harus ada kesepakatan tertulis tentang: scope pekerjaan, timeline, jumlah revisi, harga dan cara pembayaran, dan kepemilikan source code.

Yang Harus Ditanyakan Sebelum Deal

  • Teknologi apa yang dipakai? PHP, React, WordPress, atau lainnya? Pastikan sesuai kebutuhan Anda.
  • Termasuk hosting dan domain? Atau bayar terpisah?
  • Berapa lama pengerjaan? Website company profile biasanya 2-4 minggu, web app lebih lama.
  • Garansi bug fix berapa lama? Minimal 30 hari setelah launch.
  • Siapa yang pegang source code? Harus milik Anda setelah lunas.
  • Ada maintenance bulanan? Termasuk atau bayar terpisah?

Kisaran Harga Wajar di 2026

  • Landing page sederhana: Rp 1-3 juta
  • Company profile (5-10 halaman): Rp 3-8 juta
  • Toko online/E-commerce: Rp 5-15 juta
  • Web application custom: Rp 10-50 juta (tergantung kompleksitas)
  • Mobile app: Rp 15-100 juta

Harga di atas adalah kisaran untuk developer Indonesia yang kompeten. Kalau jauh di bawah itu, tanya kenapa.

Tips Memilih Developer yang Tepat

1. Lihat portfolio dan cek website yang sudah mereka buat. Buka, tes kecepatan, lihat apakah mobile-friendly.

2. Baca review dan testimoni. Google, Fiverr, atau tanya langsung ke klien sebelumnya.

3. Tes komunikasinya. Kalau sebelum deal saja slow response, bayangkan saat project berjalan.

4. Minta breakdown harga. Developer transparan akan memberikan rincian biaya, bukan cuma angka bulat.

5. Pastikan ada garansi tertulis. Bug fix, support, dan revisi harus jelas.

Kenapa Wardigi?

Di Wardigi, kami menerapkan semua standar di atas karena kami percaya transparansi adalah kunci hubungan jangka panjang dengan klien. Dengan pengalaman 11+ tahun dan 50+ project selesai, kami menawarkan konsultasi gratis untuk membantu Anda memilih solusi yang tepat sesuai budget dan kebutuhan.

Konsultasi gratis: Chat via WhatsApp